Selasa, September 01, 2009

Pelatihan Internet MGMP IPS SMK Banyumas

Selasa, 1 September 2009, MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas mengadakan Pelatihan Internet dan Blog bagi guru-guru IPS Se-Kabupaten Banyumas. Acara yang diselenggarakan hasil kerja sama dengan STIMIK Widya Utama Purwokerto ini diikuti oleh 40 (empat puluh) orang.
Bertindak sebagai nara sumber pelatihan Tim Dosen STIMIK Widya Utama Purwokerto dan Ketua MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas. Materi pelatihan mulai dari pemanfaatan internet untuk sumber pembelajaran, pembuatan email dan blog untuk guru.
Kegiatan sehari itu dalam rangka mengisi bulan suci romadhan dan sebagai realisasi dari program kerja Bidang pengembangan Profesionalisme Guru MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas periode 2008-2011. Panitia pelatihan diketuai oleh Bapak Taufik Triyudawan dan dibantu oleh panitia lainnnya meiputi Bu Mulisoh, Bu Eria Saptiana dan Bu Rusmiyati.
Pelatihan dibuka oleh Ketua STIMIK Widya Utama Purwokerto, Bapak KRH. Edy Sulistiyanto, S.H., M. Kom dan dilanjutkan pengantar dari Ketua MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas. Dalam sambutannya, Bapak Edi menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta pelatihan dan mengharapkan bahwa pelatihan membawa manfaat bagi pribadi peserta dan anak didik nangtinya dalam proses pembelajaran nantinya. Pak Edi yang Ketua STIMIK itu juga mengajak kerja sama yang telah terjalin antara MGMP dan STIMIK bisa dilanjutkan di masa yang akan datang.
Adapun Ketua MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas, Bapak Deni Kurniaswan As'ari mengemukakan bahwa kegiatan pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru IPS SMK agar ke depan guru IPS dapat memanfaatkan sarana internet sebagai alternatif sumber pembelajaran.
Alhamdulillah acara pelatihan berjalan lancar dan sukses. Sebagian besar peserta nampak antusias mengikuti pelatihan yang lebih banyak praktek langsung itu. Sebagian besar berhasil membuat email, blog dan bahkan ada yang sebelumnya telah memiliki blog kemudian disempurnakan lebih lanjut.

Senin, Agustus 31, 2009

Lagu Indonesia Raya Diplesetkan Orang Usil Negeri Sebelah

Inilah lagu kebangsaan Indonesia Raya yang redaksinya diplesetkan oleh orang usil yang tidak bertanggung jawab. Konon, penulis lagu aneh ini saudara kita dari negeri sebelah (baca: Malaysia). Membaca forum mereka yang menjadi sumber lagu jadul di topix.com ini sungguh miris dan prihatin.

Indonesial tanah cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina jadi kubur
Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku
Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku rakyatku semuanya

Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial miskin
Indonesial Miskin
Mampus modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya Malaysia jahat
Indonesial negara perampok

Indonesial menghantar perampok maling
Pekerja TKI Indonesial
Hantaq pi Malaysia
Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka
Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin untuk selama-lamanya
Indonesial Tanah puaka

Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset
Gersang lah tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya mimpilah budinya
Untuk Indonesial miskin

Indonesial tanah yang kotor tanah kita yang malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah malang tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin
Mati lah rakyatnya modar lah putranya
Negara miskin tentera coma pakai basikal
Miskinlah negrinya mundur lah negara nya
Untuk Indonesial kurap

Bagaimana pendapat saudara setelah membaca lagu aneh ini? Dan mengapa mereka sering bikin ulah terus?

Senin, Agustus 10, 2009

Pembelajaran IPS Dinilai Melenceng

SEMARANG - Pembelajaran mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) selama ini masih terlalu sarat materi, bersifat kognitif, hafalan, dan tak kontekstual.

Karena itulah pelajaran IPS melenceng dari rohnya, yakni pengaruh dalam pendidikan karakter untuk membentuk warga negara yang baik, berpartisipasi memecahkan masalah sosiokebangsaan, membangun kearifan dan kecerdasan emosional.

“Keluhan yang ada selama ini dari guru IPS adalah materi terlalu banyak dan kurang waktu. Coba bangun isu-isu tertentu. Jangan terpaku pada materi,” kata Dr Sardiman AM MPd, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Dia mengemukakan hal itu pada seminar “Relevansi Konsep dan Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu dalam Pembentukan Karakter Bangsa”, kemarin, di Museum Ronggowarsito, Semarang. Pembicara lain pada kegiatan yang diadakan IKIP Veteran dan MGMP IPS SMP Kota Semarang itu adalah Prof Dr Abu Su’ud MA (Unnes) dan Prof Dr Siswandari MStat (UNS).

Kasih Sayang

Sardiman menuturkan materi IPS dalam kurikulum dasar hanya untuk menjawab soal ujian. Jadi tak bisa diandalkan untuk mencetak karakter siswa. Karena itu guru IPS harus berani mengubah paradigma, tak terpaku pada kurikulum dasar. “Bisa saja kita ciptakan satu isu aktual dalam mengajar,” ujarnya.

Untuk membentuk murid berkarakter, dia menyarankan guru mengenali murid sebaik-baiknya. Karena sulit menghafal satu per satu murid, dia menyarankan guru mengelompokkan mereka agar mudah dihafal.

“Coba bangun keramahan, sapa mereka, dan jangan membentak murid. Jika mereka salah, hadapi dengan senyum dan kasih sayang.”

Selain itu, ujar dia, beri keteladanan dengan menjadi contoh yang baik bagi siswa. “Kalau guru melarang rokok, ya jangan merokok di sekolah.”

Abu Su’ud menyatakan guru hanya bertugas membantu mengembangkan karakter siswa, bukan mencetak karakter mereka. Guru juga harus bisa membangkitkan motivasi anak, bukan memberikan. Sebab, setiap anak memiliki motivasi masing-masing.

“Saya tak setuju jika ada guru yang berjanji bisa mencetak karakter anak menjadi ini dan itu. Anak-anak bukan kertas. Mencetak bangsa yang berkarakter tak bisa dalam semalam,” ujarnya.

Siswandari mengatakan, untuk mengembangkan karakter butuh cinta, kepedulian, dan keteladanan guru. Murid akan tahu bila guru mencintai mereka. “Guru adalah kunci keberhasilan siswa. Siswa seharusnya praktik, bukan hanya menghafal,” katanya.(J8-53)





 

My Blog List

Blog Archive

MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas Copyright © 2009 Community is Designed by Bie