Minggu, Mei 01, 2011

Lomba Penulisan Artikel Pendidikan ISPI 2011

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 20:10 0 komentar

Oleh : Humas ISPI

A. Pendahuluan
Alhamdulillah, tak terasa ISPI telah memasuki usia yang ke-51. Usia yang panjang dalam rentang perjalanan organisasi profesi. Selama lima puluh satu tahun itu sudah barang tentu telah banyak yang dilakukan ISPI dalam rangka ikut menyumbangkan tenaga dan pemikiran untuk kemajuan pendidikan.

Komitmen ISPI untuk terus berkiprah di dunia pendidikan semoga menjadi kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Dan tentunya dalam rentang lima puluh satu tahun itu tidak sedikit hambatan, tantangan dan masalah yang muncul baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Banyak hal yang perlu dilakukan para sarjana pendidikan yang terhimpun dalam wadah profesi ini dan karenanya ISPI membuka diri untuk urun rembug tentang pelbagai persoalan pendidikan dalam bentuk karya tulis.

Oleh karena itu, maka dalam rangka ikut memeringati hardiknas tahun 2011 dan merefleksikan kelahiran ISPI, panitia lomba penulisan ISPI 2011 memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para sarjana pendidikan untuk berperan aktif dalam Lomba Penulisan Artikel ISPI 2011.

Lomba ini diharapkan dapat melahirkan karya-karya yang inovatif, objektif dan proporsional untuk dijadikan bahan referensi bagi ISPI dalam berkiprah lebih baik dan optimal di masa mendatang.

B. Tema Lomba :
“ Peranan Sarjana Pendidikan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia ”



C. Tujuan :

1. Memberi kesempatan kepada para sarjana pendidikan Indonesia menuangkan ide gagasannya.
2. Meningkatkan kemampuan menulis di kalangan sarjana pendidikan Indonesia
3. Memfasilitasi para sarjana pendidikan untuk menceritakan pengalamannya sebagai pengajar .
4. Menciptakan atmosfir persaingan yang sehat antarsarjana pendidikan Indonesia .

D. Peserta :

1. Sarjana pendidikan yang berprofesi sebagai guru, dosen, widayaiswara dan pengawas di Indonesia
2. Wajib melampirkan biodata singkat, photo 4X6 close up, nomor Handphone yang masih aktif dan nomor rekening (BCA, BNI, BTN).
3. Wajib terdaptar sebagai anggota ISPI online ----bagi yang belum, dapat mendaptarkan diri pada alamat http://www.pendaftaran.ispi.or.id----

E. Penyerahan Artikel :

1. Artikel berupa soft copy dikirimkan via email ke alamat : ispipusat@yahoo.com dengan membuat judul surat : Kepada Yth. Panitia Lomba Penulisan Artikel Pendidikan ISPI 2011
2. Batas akhir penyerahan artikel tanggal 30 Mei 2011 pukul 24.00 WIB (Bagi yang terlambat tidak akan dinilai).
3. Pengumuman 8 (delapan) artikel terbaik pada tanggal 15 Juni 2011 melalui web ISPI (www.ispi.or.id) dan para kandidat pemenang akan diundang untuk menyampaikan presentasi saat seminar nasional ISPI untuk menentukan sang juara.

F. Aturan Penulisan :

1. Tema : “ Peranan Sarjana Pendidikan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia ”
2. Artikel harus merupakan gagasan atau karya orisinal dari peserta bukan JIPLAKAN. Jika ada kutipan atau rujukan dalam artikel tersebut harus dicantumkan sumbernya.
3. Artikel belum pernah dipublikasikan di media atau lomba manapun.
4. Format penulisan artikel (3-4 halaman, ukuran kertas A4, dengan huruf Times New Roman, ukuran 12 point, 1.5 spasi).
6. Seluruh artikel yang telah didaftarkan dalam lomba ini menjadi hak milik panitia sepenuhnya untuk diterbitkan di www. ispi.or.id atau media lainnya.

G. Kriteria Penilaian :

1. Kesesuaian dengan tema
2. Kemanfaatan karya tulis untuk dunia pendidikan
3. Orisinalitas

H. Penghargaan / Apresiasi :

Para pemenang sebanyak 8 (delapan) orang akan mendapatkan tali asih sebagai berikut :
Juara I : Uang tali asih sebesar Rp 1.500.000 dan Piagam Penghargaan dari Ketua Umum ISPI
Juara II : Uang tali asih sebesar Rp. 1.000.000 dan Piagam Penghargaan dari Ketua Umum ISPI
Juara III : Uang tali asih sebesar Rp. 500.000 dan Piagam Penghargaan dari Ketua Umum ISPI
5 Juara harapan mendapat tali asih masing-masing sebesar Rp 100.000 dan Piagam Penghargaan dari Ketua Umum ISPI.

I. Dewan Juri :

1. Prof. Dr. H. Ahman, M.Pd (Sekretaris Umum ISPI dan Dekan FIP UPI )
2. Drs. Sawali, M.Pd (Pengurus Pusat Asosiasi Guru Penulis Indonesia dan blogger guru nasional)
3. Deni Kurniawan As’ari, S.Pd (Humas ISPI)

Lain-lain :

1. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
Membaca Selanjutnya...


Senin, Februari 14, 2011

Guru SMAN Prembun Pencipta Gamelan Virtual Raih Penghargaan

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 22:25 1 komentar


KEBUMEN - Bagi masyarakat Jawa Tengah, terutama di lingkungan pendidikan mungkin sudah tak asing lagi apabila mendengar istilah gamelan virtual. Ternyata pencipta program komputer gamelan virtual adalah Joko Triyono SPd (46), guru di SMA Negeri 1 Prembun Kebumen, alumnus Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Ia merupakan satu dari delapan bersaudara putra pensiunan Polda Jateng dan setamat dari Unnes langsung mengabdi sebagai guru bahasa Jawa di SMAN Prembun, Kebumen. Sejak itu ia juga kerap melakukan berbagai inovasi pembelajaran. Yang paling mengejutkan adalah karya komputer gamelan virtual.

Menurut Joko, karya inovasinya itu bertujuan menanamkan dan mengembangkan rasa cinta generasi muda pada budaya gamelan. Selain itu, juga memberi solusi kepada sekolah yang belum mempunyai peralatan gamelan. Karyanya telah dirintis sejak akhir 2005 dan hingga sekarang terus disempurnakan.

Bahkan, hak cipta dari Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (HAKI) telah diterimanya. Baru-baru ini Joko mendapat undangan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk menghadiri acara penganugerahan rekoris Indonesia yang diselenggarakan awal Februari 2011 dan diserahkan langsung Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng di Mall of Indonesia Kelapa Gading, Jakarta. Acara bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-21 Muri yang mengambil tema Pemuda dan Prestasi, dianugerahkan kepada 24 rekoris Indonesia, para pemuda berprestasi.
Juara Nasional Penghargaan yang diterima Joko Triyono dari Muri adalah sebagai pencipta program gamelan virtual. Secara disiplin ilmu tidak diragukan lagi, Joko lulusan Unnes jurusan seni, sehingga secara ilmu murni sudah pas apabila ia menciptakan program gamelan virtual.

Kemampuannya di bidang teknologi informasi diperolehnya sejak tahun 1988 secara autodidak. Di bidang teknologi informasi, Joko juga pernah meraih juara tingkat nasional dalam pembuatan Bahan Ajar Berbasis Komputer. Tahun 2005 ia mendapat medali perunggu, 2006 mendapat penghargaan perak, 2008 mendapat penghargaan emas.

Selain itu, juga dipercaya lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP) Jateng sebagai Instruktur multimedia dan menjadi juri lomba pembuatan bahan ajar berbasis komputer sejak tahun 2006 hingga sekarang.

Telah banyak sekolah yang dilatihnya, baik gamelan virtual maupun pembuatan multimedia pembelajaran. Antara lain SMAN 1 Prembun Kebumen, SMAN 2 Kudus, SMA Muhammadiyah Pati, SMPN 7 Tegal, SMPN 1 Padamara Purbalingga, dan Universitas Dian Nuswantoro.

Dengan pengakuan dari Pemerintah dan Muri, Joko mempunyai hak menerbitkan sertifikat bagi sekolah-sekolah yang akan menggunakan karyanya atau mendapatkan pelatihan gamelan virtual. Bahkan, kini Joko mulai dilirik beberapa perusahaan swasta yang menawarinya bekerja sama dalam pengelolaan gamelan virtual . (B3-37)
Membaca Selanjutnya...


Selasa, Februari 08, 2011

MGMP di Media

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 20:25 0 komentar

Pelbagai kegiatan MGMP dan aktivitas Ketua MGMP IPS SMK Banyumas yang dimuat di media massa Suara Merdeka dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Aktivitas ini sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai pengurus kepada anggota dan Dinas pendidikan Banyumas.
Membaca Selanjutnya...


Minggu, Februari 06, 2011

MGMP Punya Makna Strategis Tingkatkan Kualitas

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 18:01 0 komentar

Purwokerto-Keberadaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) mempunyai makna strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Dengan berkumpul sesuai bidangnya masing-masing akan terjadi tukar pikiran yang berujung pada peningkatan kemampuan dalam mengajar.

Hal tersebut diungkapkan Pembina MGMP IPS SMK Kabupaten Banyumas, Drs H Ahmad Nurul Huda MM, dalam musyawarah anggota MGMP IPS SMK Banyumas yang digelar, Rabu (2/2) di Rumah Makan Cipta Rasa Purwokerto.

Menurut dia, dengan adanya tukar pikiran akan memberikan makna luar biasa dalam kemajuan pembelajaran. Pasalnya, tanpa adanya musyawarah, perkembangan mata pelajaran IPS tidak akan maju.

Membaca Selanjutnya...


Kamis, Februari 03, 2011

Jalur Undangan Terbuka untuk Sekolah Akreditasi C

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 12:43 0 komentar

Jakarta --- Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 memberikan kesempatan kepada siswa pada sekolah berakreditasi C untuk mengikuti seleksi melalui jalur undangan. Kesempatan ini diberikan kepada 10 persen siswa yang memiliki prestasi akademik terbaik di sekolahnya.

Hal tersebut disampaikan Rektor IPB Herry Suhardiyanto selaku Ketua Umum Panitia SNMPTN 2011, didampingi Rektor Unversitas Andalas Musliar Kasim, selaku Ketua Majelis Rektor PTN di Hotel Atlet Century, Jakarta, Sabtu (29/1/2011).

Herry menyampaikan, sebelumnya jalur undangan diprioritaskan bagi siswa kelas 12 pada sekolah berakreditasi A dan B yang duduk di peringkat 25 persen terbaik. Dia menjelaskan, kebijakan ini mengakomodasi masukan dari para kepala sekolah, guru, siswa, orang tua siswa termasuk insan pers selama kegiatan sosialisasi. "Siswa sekolah akreditasi C dapat disertakan dalam proses undangan. Hanya, dibatasi maksimum 10 persen," ujarnya.

Herry menyampaikan,berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 34/2010 mekanisme penerimaan mahasiswa baru PTN 2011 dilakukan dengan pola seleksi nasional melalui jalur ujian tertulis/keterampilan dan jalur undangan. Dia mengatakan, pada 2011 jalur undangan baru pertama kali dilaksanakan. "Sebelumnya, tahun 2010 hanya (melalui) ujian tertulis/keterampilan," katanya.

Adapun kepada siswa pelamar dari sekolah berakreditasi A dan B, panitia SNMPTN juga memberikan persyaratan khusus. Untuk sekolah akreditasi A kelas akselerasi semua siswa (100%) dapat diikutsertakan melalui jalur undangan, sedangkan untuk sekolah akreditasi A kelas Rintisan Sekolah Berstandar Internasional/Unggulan sebanyak 75 persen siswa terbaik.

Kemudian untuk akreditasi A kelas reguler sebanyak 50 persen siswa terbaik. Sementara untuk sekolah akreditasi B sebanyak 25 persen siswa terbaik. "Formula persyaratan siswa pelamar dan persyaratan sekolah yang lebih lengkap untuk memberikan kesempatan bagi para siswa kelas 12 itu masuk melalui jalur undangan," ujarnya.

Adapun syarat sekolah yang dapat mengikuti jalur undangan adalah telah berakreditasi A, B, atau C dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan atau terdaftar pada basis data SNMPTN 2010. Informasi awal mekanisme penerimaan mahasiswa baru melalui jalur undangan dapat dilihat pada laman www.snmptn.ac.id.

Pendaftaran SNMPTN jalur undangan pada 1 Februari-12Maret 2011. Pengumuman pada 18 Mei 2011. Adapun registrasi mahasiswa baru pada 31 Mei dan/atau 1 Juni 2011. Pendaftaran dapat dilaksanakan melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id dengan mekanisme pembayaran melalui Bank Mandiri.

SNMPTN 2011 akan diikuti oleh sebanyak 60 PTN di Indonesia. Daya tampung nasional sebanyak 165.034 kursi terdiri atas jalur undangan sebanyak 53.850 (33%) dan jalur ujian tertulis/keterampilan sebanyak 111.184 (67%). (agung)
Membaca Selanjutnya...


Selasa, Desember 07, 2010

Perubahan UN Dipertanyakan

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 20:20 0 komentar

Peran BSNP Diamputasi
JAKARTA - Alasan Kementerian Pendidikan Nasional yang menyerahkan penyelenggaraan ujian nasional (UN) kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas, dipertanyakan.

 Padahal, UN diatur dalam PP No 19 Tahun 2005, di mana semestinya penyelenggaranya adalah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
’’Namun, UN kali ini justru diselenggarakan oleh Balitbang. Pada masa lalu, BSNP begitu bergairah dan bersemangat melaksanakan kewenangannya. Namun, kini peran BSNP seperti diamputasi,’’ kata anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati, Minggu (5/12).

Padahal, selama ini yang melakukan standardisasi pendidikan adalah BSNP. Dengan demikian, sudah selayaknya bila BSNP yang menyelenggaakan UN dan bukannya Balitbang. Untuk itu, politikus dari Partai Persatuan Pembangunan itu akan mempertanyakan mengapa terjadi perubahan penyelenggara UN.

’’Kami belum melihat apa dasar perubahan tersebut. Apakah melalui Keputusan Menteri atau Peraturan Menteri. Kita sudah sepakat untuk melaksanakan lokakarya mengenai BSNP,’’ ujarnya.

Evaluasi

Menurutnya, Komisi X tidak ingin terjadi tumpang tindih yang berakibat pada tingginya pemborosan anggaran. Reni mengaku tidak ingin melihat BSNP dibubarkan. Jika ingin mengukur mutu pendidikan nasional, maka evaluasi seharusnya bukan dalam bentuk UN, melainkan evaluasi pendidikan nasional.

Dalam evaluasi tersebut, titik tolaknya ada tiga, yaitu peserta didik, guru, dan pengelola pendidikan. ’’Dalam hal ini adalah masyarakat, termasuk Komtite Sekolah. Bila ingin konsisten, seharusnya melibatkan ketiga unsur tersebut. Namun, bila ingin mengukur standar pendidikan, maka kuncinya ada kesepakatan dan standar pendidikan antara pemerintah, guru, dan peserta didik,’’ tandasnya.

Bila sudah ada kesepakatan antara pemerintah, guru, dan peserta didik mengenai mata pelajaran yang distandarkan, sah-sah saja bila dilakukan ujian atau evaluasi terhadap ketercapaian standar pendidikan.
Namun yang terjadi, standar hanya ada dalam BSNP, di mana ada delapan mata pelajaran yang distandardisasi. Salah-satunya mengenai isi pendidikan, yaitu materi belajar atau kurikulum. Sementara, hingga saat ini kurikulum yang ditetapkan belum mencapai standar minimum antara di DKI Jakarta dengan Papua.

Hal itu menurutnya mengindikasikan belum adanya kesepakatan mengenai standar pencapaian pendidikan minimum di seluruh Indonesia. Atas dasar itu pula, sesungguhnya UN yang dilaksanakan menjadi tidak relevan.
Oleh karena itu, Reni mengusulkan agar evaluasi pencapaian harus mencakup dua hal. Pertama mencakup peserta didik dan peran guru selaku pihak yang memberikan pendidikan kepada siswa.

’’Sebab, selama ini evaluasi hanya terfokus pada siswa, di mana mereka diberikan empat mata pelajaran yang diujikan tanpa ada peran guru. Penilaian seharusnya mencakup kedua hal tersebut,’’ tegasnya.
Reni menganggap seringnya terjadi perubahan terhadap sistem UN tak lepas dari krisis ketidakpercayaan pemerintah terhadap guru. Selain itu, ada pula krisis di tingkat guru yang menganggap siswanya tidak jujur dan krisis kebijakan, di mana terjadi inkonsistensi kebijakan.

’’Bila dititikberatkan kepada sekolah, pemerintah khawatir sekolah tidak jujur dan ada upgrade nilai siswa. Sebaliknya, bila diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah, akan mengabaikan peran guru di sekolah,’’ tuturnya.

Untuk itu, satu-satunya jalan adalah mengakumulasi peran siswa selama yang bersangkutan sekolah dan peran guru selama dia mengajar, sehingga nominal kuantifikasi merupakan akumulasi dua hal tersebut. (H28-37) 


Suara Merdeka
Membaca Selanjutnya...


Minggu, Desember 05, 2010

Kiat Praktis Menjadi Penulis

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 17:51 0 komentar

Oleh Deni Kurniawan As'ari (Ketua MGMP IPS SMK Banyumas)
Pernahkan kita mendengar nama Helvy Tiana Rosa, Habiburrahman Al Shirazy, Andrea Hirata, Mbak Pipiet Senja, Emha Ainun Najib, Eef Saefullah Fatah, Ahmad Tohari, Ahdiat Kartamiharja, Sawali Tuhusetya atau barangkali Izzatul Jannah? Yups, mereka semua merupakan sosok penulis Indonesia yang sangat terkenal. Tulisannya sering kita jumpai berupa buku, novel, cerpen atau artikel di surat kabar, majalah dan media lainnya.

Konon, mampu menulis itu akan mendatangkan banyak manfaat. Baik yang sifatnya moril maupun materil. Ada seorang kawan guru yang karena aktif menulis buku di penerbitan ternama dapat jatah melancong ke luar negeri. Ada pula dosen muda yang ‘kebeli’ mobil dari hasil tulisannya (baca : buku karangannya best seller), bahkan sebuah artikel saja yang dimuat di surat kabar nasional, honornya bisa mencukupi untuk sarapan pagi di warung makan sederhana (baca : warteg) selama satu minggu penuh. Wow…apa iya?

Namun yang terpenting bahwa menulis itu akan mendatangkan kepuasan batin. Apa sebab? Ya, karena buah pikiran, ide gagasan dan unek-unek yang ada di kepala dapat dibaca khalayak dan tentunya semoga bermanfaat bagi sesama. Bukankah ada hadits yang berbunyi, ‘ sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Kiat Praktis Mulai Menulis
Lantas, bagaimana kiat praktis untuk memulai menulis itu? Berbicara kiat berarti membahas cara tau strategi yang perlu dilakukan. Berdasarkan literatur dan sharing pengalaman antarpenulis, setidaknyna ada sepuluh kiat yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan.

Pertama, milikilah keinginan yang kuat. Tentu kita setuju bahwa keinginan kuat berbeda dengan hanya sekedar keinginan. Sebuah keinginan saja belum tentu diperjuangkan dengan serius dan konsisten, sedangkan keinginan yang kuat itu betul-betul ingin diwujudkan dan dicapai. Dan, untuk mencapai serta mewujudkannya seseorang mau dan siap kerja keras, tekun belajar dan berusaha dengan tidak kenal lelah.

Kedua, mulailah menulis sekarang juga (baca : write now. Right away!). Ketika ingin menulis, maka lakukan saja dan jangan ditunda-tunda (diengke-engke). Menulis apa? Ya, apa saja yang memang ingin ditulis. Bisa berupa artikel, cerpen, dongeng, puisi, laporan perjalanan, pengalaman menyenangkan atau menyedihkan dan tulisan lainnya.

Ketiga, selesaikan tulisan sampai utuh. Maksudnya, menulis jangan setengah-setengah, akan tetapi semua yang ada di pikiran, betul-betul mewujud, tumpah ruah dalam sebuah karya tulis. Bukan berarti, tidak boleh istirahat atau makan dulu, namun upayakan tuntaskan dari awal hingga akhir.

Keempat, jangan malas untuk merevisi. Terkadang ini adalah penyakit penulis terutama penulis pemula. Perlu disadari bahwa menulis itu tidak bisa langsung jadi, seperti halnya membuat kue terkecuali bagi penulis kawakan. Maka, bagi penulis pemula, revisi menjadi keniscayaan (sine qua non). Baca –renungkan tulisan kita. Isi tulisan dikaji lagi, kalau kurang ditambah, kalau lebih dikurangi. Begitu pun redaksional kalimat/kata yang kurang tepat diedit kembali. Boleh juga bahkan dianjurkan untuk minta masukan/kritikan orang lain tentang tulisan tersebut, sehingga lama-kelamaan akan bertambah baik. Intinya, Jangan alergi dengan kritikan dan harus giat merevisi!

Kelima, tumbuhkan dalam diri sikap konsisten (istiqomah). Jangan sampai ketika mengalami kesulitan, lantas putus asa dan tidak mau mencoba lagi. Kalau belum berhasil coba lagi, coba lagi dan coba lagi. Ingat Thomas Alfa Edison? Ketika percobaan bola lampu, berapa ratus atau berapa ribu kali dia gagal? Setiap mengalami kegagalan, dia mencoba lagi dan terus mencoba lagi. Begitu pun penulis pemula, ketika belum berhasil coba lagi. Ada baiknya memiliki semacam target yang jelas ketika menulis.

Keenam, berlatih dan teruslah berlatih. Untuk langkah ini bisa menggunakan berbagai sarana seperti buku harian, agenda kerja, coretan kecil dan yang lainnya. Ungkapkan segala perasaan baik sedih maupun gembira, laporan perjalanan, hasil pengamatan, pengalaman belajar atau mengajar dan aktifitas lain. Semua itu secara tidak langsung akan membantu dalam meningkatkan kemampuan menulis.

Ketujuh, perbanyak membaca. Jadikan membaca sebagai kebutuhan. Tidak dipungkiri bahwa seseorang yang mampu menulis karena memiliki wawasan dan pengalaman. Untuk meningkatkan wawasan maka membaca menjadi keharusan. Membaca buku, kitab, majalah atau surat kabar. Ada baiknya juga untuk ajang latihan, membaca dan memperhatikan hasil karya tulis orang lain berupa artikel, cerpen, dongeng dsb. Perlu juga membaca alam sekitar/lingkungan sosial yang terjadi sehingga akan menambah ketajaman ketika menulis. Jangan harap bisa menulis kalau malas membaca.

Kedelapan, ikuti kursus dan pelatihan jurnalistik. Kegiatan seperti ini akan sangat membantu untuk menguasai teori menulis. Misal, bagaimana cara menulis sesuai kaidah bahasa, membuat karya ilmiah, menuangkan ide gagasan, menentukan tema dan sejumlah teori lainnya.

Kesembilan, miliki berbagai literatur atau koleksi buku tentang kepenulisan. Kalau memungkinkan setiap terbit buku baru yang membahas tetek bengek menulis langsung saja beli. Manfaatnya adalah untuk menambah wawasan dan lebih familiar dengan dunia tulis menulis.

Kesepuluh, publikasikan hasil karya tersebut. Ketika tulisan telah selesai maka sesederhana apapun, perlu dipublikasikan. Langkah ini dapat memanfaatkan mading, buletin, ajang lomba bahkan dikirim ke majalah, jurnal atau surat kabar. Termasuk website atau blog yang saat ini sedang menjamur. Jangan lupa minta masukan/koreksi dari redaksi. Perlu dingat kalau belum dimuat jangan kecewa dan putus asa. Coba lagi terus, sampai berhasil.

Demikianlah sepuluh kiat sederhana untuk mulai menulis. Pada akhirnya keberhasilan kita tergantung sejauhmana keinginan dan usaha yang dilakukan. Selamat mencoba dan semoga sukses.
***



Membaca Selanjutnya...


Kamis, Desember 02, 2010

Akan Banyak Guru Menganggur

Posted by MGMP IPS SMK BANYUMAS on 12:11 0 komentar

SEMARANG- Kebijakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara untuk menarik seluruh guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang diperbantukan di sekolah swasta akan mengakibatkan mereka menganggur. Terutama bagi mereka yang sudah mendapatkan sertifikat profesi dan harus memenuhi syarat mengajar 24 jam seminggu.

Beberapa pihak mengeluhkan kebijakan tersebut, karena tidak menguntungkan sekolah swasta. Terlebih, dengan adanya kebijakan sertifikasi guru belakangan ini, membuat guru PNS yang dikembalikan ke sekolah negeri menjadi kekurangan jam mengajar.

Wakil Kepala Sekolah SMP Walisongo I Semarang Temok SPd menuturkan, tiga guru PNS yang selama ini diperbantukan di institusinya, amat membantu sekolahnya. Selain membimbing para guru swasta secara intens, mereka juga lebih tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.

“Kami juga bisa menekan biaya operasional sekolah, karena gaji guru PNS ditanggung negara,” katanya, Selasa (30/11).

Sementara menurut Kasek MTs Nurul Huda Mangkang Semarang H Ajmain Yahya SPd, pemerintah seharusnya tidak menetapkan kebijakan dengan gegabah.

“Lihatlah langsung kondisi sekolah swasta yang membutuhkan bantuan guru PNS. Sebab, kinerjanya selama ini lebih baik dibandingkan dengan guru swasta,” tuturnya.
 
Tidak Tepat Dia menilai, kebijakan tersebut tidaklah tepat. Keberadaan dua guru PNS, kata Ajmain, bisa mengangkat kualitas sekolah. Terlebih, biasanya guru PNS memiliki informasi masalah pendidikan yang dibutuhkan sekolah lebih lengkap. “Dengan demikian, kebijakan penarikan guru PNS dari sekolah swasta harus ditinjau ulang. Peraturan harus direvisi secepatnya, karena tidak sesuai dengan semangat pemerataan pendidikan untuk segenap rakyat,” tandasnya.

Penyesalan penarikan guru PNS juga dirasakan pakar pendidikan IKIP PGRI Semarang Muhdi SH MHum. Dia mengatakan, kebijakan tersebut sangat tidak tepat, karena seharusnya kebijakannya dibalik, bukannya guru ditarik tapi jumlahnya harus ditambah di sekolah swasta.

’’Pemerintah harusnya menyadari masih banyak sekolah swasta yang menggantungkan diri kepada guru-guru negeri. Karena itu, kami berharap pemerintah tidak melanjutkan kebijakan itu dan bisa mengembangkannya ke arah yang lebih baik,’’ katanya.(K3,H70-37)
Membaca Selanjutnya...